IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR NEGERI 54 YAYASAN TAHIJA BANDA ACEH (Suatu Kajian tentang Interaksi Edukatif)

Authors

  • Muhammad Hasan

Keywords:

Impelementasi, Pendidikan Inklusi, Interaksi Edukasi

Abstract

Pendidikan adalah sebuah proses yang berlangsung sepanjang hayat dan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh semua orang, baik yang memiliki keterbatasan maupun yang normal. Pendidikan yang sejenis itu dikenal dengan pendidikan Inklusi, yaitu pendidikan yang tidak membedakan antara manusia yang normal dengan manusia yang cacat dari segala sisi. Permasalahan yang dibicarakan pada tulisan ini berkaitan dengan alasan baiknya penerapan pendidian Inklusi pada Sekolah Dasar Negeri 54 Banda Aceh, bagaimana interaksi edukasi yang dibangun oleh pihak sekolah dengan ABK dan faktor apa saja yang mendukung serta menghambat pelaksanaan pendidikan Inklusi pada Sekolah Dasar Negeri 54 Banda Aceh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Berit H. Johnsen dan Miriam D Skjorten, Education-Special Needs Edication Where There Are Few Resources, Oslo: The Atlas Alliance, 2002.

Chalidjah Hasan, Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan, Surabaya: al-Ikhlas, 1994.

Daniel P. Hallahan dkk., Exceptional Learners: An Introduction to Special Education, Boston: Pearson Education Inc., 2009.

David Smith, J., Inklusi, Sekolah Ramah untuk Semua, Bandung: Penerbit Nuansa, 2006.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1990.

Gavin Reid, Dyslexia and Inclusion; Classroom Approaches for Assesment, Teaching and Learning, London: David Fulton Publisher, 2005.

Jalaluddin, Teologi Pendidikan, Cet. III, Jakarta: RajaGrafindo, 2003.

Lexy J. Meoleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosdakarya, 2004.

MIF. Baihaqi dan M. Sugiarmin, Memahami dan Membantu Anak ADHD, Bandung: PT. Refika Aditama, 2006.

Mulyasa, E., Menjadi Guru Profesional Menciptakan PembelajaranKreatif dan Menyenangkan, cet. III, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

Nana Sudjana, Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 1996.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif Bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa.

Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001.

Soetomo, Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar, Surabaya: Usaha Nasional, 1993.

Solider.or.id. di Akses pada tanggal, 03 Maret 2014.

Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta:Rineka Cipta, 2000.

Tim Penyusun, Pendidikan Inklusi: Sebuah Pengantar, Jakarta: Helen Keller International – Indonesia, 2006.

United Nations, Standard Rules on the Equalization of Opportunities for Person with Disability, 1993. http://www.un.org/ecosocdev/geninfo/dpi1647e.htm diakses 26 Januari 2010.

United Nations, Universal Declaration of Human Rights, 1948. http://www.un.org/en/documents/udhr/ diakses 25 Januari 2010.

Zahara Idris, Dasar-dasar Kependidikan, Padang: Angkasa Raya, 1987.

Published

2016-06-08

How to Cite

Hasan, M. (2016). IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR NEGERI 54 YAYASAN TAHIJA BANDA ACEH (Suatu Kajian tentang Interaksi Edukatif). Kalam: Jurnal Agama Dan Sosial Humaniora, 4(1). Retrieved from http://journal.lsamaaceh.com/index.php/kalam/article/view/13