REINTERPRETASI JIHĀD MENURUT AL-QARAḌĀWĪ DAN RELEVANSINYA DALAM KONTEKS KEKINIAN

Authors

  • Taufiqul Hadi Dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama

Keywords:

dakwah, jihād, perang, reinterpretasi

Abstract

Jihād merupakan salah satu perintah pokok yang terdapat dalam Alquran dan Hadis yang lebih diinterpretasikan oleh para ulama fikih klasik sebagai perintah berperang di jalan Allah. Dalam konteks sekarang ini, interpretasi yang demikian menjadikan banyak pihak terutama non-muslim beranggapan bahwa agama Islam sebagai agama yang radikal dengan menghalalkan kekerasan. Sehingga fenomena yang demikian membuat al-Qaraḍāwī berinisiatif untuk memunculkan gagasan-gagasan baru dalam jihād, terutama di dalam menginterpretasikan ulang berbagai pemahaman jihād yang berkembang di kalangan umat Islam. Dalam usahanya tersebut, al-Qaraḍāwī berusaha menghindari prinsip perang sebagai sarana jihād dan menggantikannya dengan bentuk dakwah melalui berbagai sarana atau media teknologi informasi yang ada pada saat ini sebagai pengganti dari jihād dalam bentuk perang tersebut. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa reinterpretasi jihād yang digagas oleh al-Qaraḍāwī dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam konteks kekinian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aḥmad al-Raysūnī dan Muḥammad Jamal Barūt. Ijtihad; Antara Teks, Realitas dan Kemaslahatan Sosial. Terj. Oleh: Ibnu Rusydi dan Hayyin Muhdzar. Jakarta: Penerbit Erlangga. 2002.

Al-Kasāni. Badāi’ Aṣ-Ṣanāi’ fī Tartīb al-Syarāi’. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyah. 1987.

An-Nawāwī. Raudhatu at-Thālibīn. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyah. 2006.

Azyumardi Azra. Pergolakan Politik Islam. Jakarta: Paramadina. 1996.

Badri Khaeruman. Hukum Islam dalam Perubahan Sosial. Bandung: Pustaka Setia. 2010.

Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Zadd al-Ma’ād. Beirut: Muassasah al-Risālah. 1998.

Ibn Qudāmah. al-Mughnī. Riyaḍ: Dār al-‘Ālam al-Kutub. t.th.

Ibn Rusyd. Bidāyah al-Mujtahid wa Nihāyah al-Muqtaṣid. Kairo: Maktabah al-Kulliyāt al-Azhariyah. 1989.

Majma’ al-Lughah al-Arabiyyah. Mu’jam Alfāẓ Al-Qur’ān. Kairo: al-Hai’ah al-Miṣriyyah al-‘Āmmah li al-Kitāb. t.th.

Soerjono Soekanto. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press. 2005.

Wahbah al-Zuhailī. Fiqh al-Islāmī wa Adilatuhu. Damaskus: Dār al-Fikr. 2009.

Yūsuf al-Qaraḍāwī. Fiqh al-Jihād. Kairo: Maktabah Wahbah. 2009.

------. Ijtihad Dalam Syari’at Islam; Beberapa Pandangan Analitis tentang Ijtihad Kontemporer. Terj. Oleh: Achmad Syathori. Jakarta: PT Bulan Bintang. 1987.

Published

2016-12-19

How to Cite

Hadi, T. (2016). REINTERPRETASI JIHĀD MENURUT AL-QARAḌĀWĪ DAN RELEVANSINYA DALAM KONTEKS KEKINIAN. Kalam: Jurnal Agama Dan Sosial Humaniora, 4(2). Retrieved from http://journal.lsamaaceh.com/index.php/kalam/article/view/19